Di jantung Borneo, tepatnya di Kabupaten Sanggau, sebuah gaung kebangsaan menggema. Bukan dari hiruk pikuk kota, melainkan dari balai-balai desa yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat. Pagi itu, dalam bingkai Bimbingan Teknis (Bimtek) yang bertajuk "Peningkatan Kapasitas Pemimpin Berwawasan dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, membuka tirai kesadaran.
Ia mengajak seluruh kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Sanggau untuk menyelami samudra wawasan kebangsaan, merajut kembali benang-benang persatuan yang kerap terabaikan di tengah riuhnya zaman.
Bupati Ontot memulai pidatonya dengan untaian syukur kepada Sang Pencipta, atas karunia kesehatan dan kesempatan yang terlimpah, memungkinkan setiap insan mengemban amanah dengan segenap jiwa. Ia menegaskan, desa bukanlah sekadar gugusan rumah dan ladang, melainkan pilar utama yang menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).